KUBU RAYA – Suasana gembira dan penuh harapan menyelimuti Bandara Internasional Supadio hari ini. Bandara kebanggaan Kalimantan Barat ini secara resmi mendapatkan kembali statusnya sebagai bandara internasional, menandai era baru konektivitas global bagi Bumi Khatulistiwa.

Momen penting ini dilakukan langsung oleh Gubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H., Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan, S.IP., M.Si., Ketua Komisi V DPR RI Lasarus, S.Sos., dan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa, bersama jajaran pejabat, pemangku kepentingan penerbangan, dan masyarakat.

Peninjauan pejabat di Bandara Internasional Supadio
Gubernur Kalbar bersama jajaran dan pemangku kepentingan meninjau Bandara Internasional Supadio.

Pengembalian status internasional ini merupakan capaian luar biasa bagi Kalimantan Barat — hasil dari kerja keras dan sinergi berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Provinsi, DPR RI, Kementerian Perhubungan, PT Angkasa Pura, hingga otoritas terkait lainnya. Hal ini menunjukkan kesiapan Bandara Supadio dalam memenuhi standar operasional dan keamanan penerbangan internasional yang ketat, serta kapasitasnya untuk melayani penerbangan lintas negara.

Dalam sambutannya, Gubernur Ria Norsan menegaskan optimisme Pemerintah Provinsi setelah ditetapkannya kembali status Bandara Internasional Supadio. Menurutnya, capaian ini menjadi bukti nyata komitmen untuk memperkenalkan nama Kalimantan Barat lebih luas ke dunia, sekaligus membuka keran investasi dan pariwisata yang lebih besar bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Alhamdulillah, Bandara Supadio kembali menjadi Bandara Internasional dan insya Allah dalam waktu dekat penerbangan Pontianak–Kuching, Pontianak–Kuala Lumpur, dan Pontianak–Penang akan bisa kita layani di Supadio ini,” ucap Norsan pada acara launching di VIP Bandara, Rabu (4/6/2025).
Peresmian status internasional Bandara Supadio
Suasana peresmian kembalinya status internasional Bandara Supadio di VIP Bandara Pemprov Kalbar.

Tak hanya rute ke Malaysia, Gubernur Ria Norsan juga mendorong optimalisasi rute penerbangan dari Pontianak menuju Singapura, mengingat tingginya kunjungan wisatawan pada momen sembahyang kubur, Cap Go Meh, dan berbagai hari besar lainnya yang menyedot turis mancanegara ke Kalimantan Barat.

Senada dengan Gubernur, Wakil Gubernur Krisantus Kurniawan menyoroti dampak positif setelah dibukanya kembali rute internasional bandara kebanggaan masyarakat Kalimantan Barat ini.

“Kembalinya status internasional ini adalah kabar yang sangat ditunggu. Ini akan mempermudah mobilitas masyarakat, baik untuk keperluan bisnis, pendidikan, maupun pariwisata. Kita berharap Bandara Supadio menjadi jalur penting yang menghubungkan Kalimantan Barat dengan berbagai destinasi global,” ucap Krisantus.

Sementara itu, Ketua Komisi V DPR RI Lasarus menyampaikan apresiasi atas upaya dan kolaborasi yang telah dilakukan. Kembalinya status bandara internasional Supadio diharapkan membuka peluang dalam mengoptimalkan potensi daerah.

Ketua Komisi V DPR RI
Ketua Komisi V DPR RI menyampaikan apresiasi atas kolaborasi pengembalian status internasional Supadio.
“Kita berharap dengan dibukanya bandara internasional ini, ada peluang-peluang baru yang terbuka — lapangan pekerjaan, peluang investasi, dan lainnya — yang semuanya bermuara pada kesejahteraan masyarakat Kalbar,” tutur Lasarus.

Lasarus juga mengingatkan seluruh pemangku kepentingan agar tetap mengantisipasi potensi permasalahan di kemudian hari, termasuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyalahgunaan jalur penerbangan internasional. Ia meyakini pihak keamanan telah memiliki strategi yang baik untuk mengantisipasi hal tersebut.

Dengan status internasionalnya yang baru, Bandara Supadio siap kembali melayani rute-rute penerbangan internasional yang sempat terhenti dan membuka potensi rute-rute baru. Beberapa maskapai nasional dan internasional telah menunjukkan minat besar untuk mengaktifkan kembali layanan internasional dari dan menuju Pontianak. Masyarakat Kalimantan Barat kini dapat kembali menikmati kemudahan akses ke berbagai destinasi internasional langsung dari Pontianak, mempercepat laju pembangunan dan kemajuan provinsi. (adpim)